Slider

Merenggut Matahari

Wednesday, June 15, 2016



Didasar sanubariku terdengar sebuah bisikan tanpa kata,
Tentang suara yang tersengal sia - sia saat Ia tahu bahwa senja telah membunuh matahari.
Namun katanya, "Semua ini akan ditunaikan padamu oleh sang Khalik, supaya kamu bisa belajar mencintai bayang matahari dibalik dedaunan dan air mata awan yang berusaha merenggut matahari."

Namun ketika ketakutan itu lahir didalam relung jiwamu,
Kau harus menjejakkan kaki bersama penderitaan dan kesunyian yang menusuk.
"Adalah ketika dia sudah tidak memperdulikanmu, ketika air mata itu berjatuhan dan kau masih rela menuangkannya perihal perasaan, cerita dan kedamaian dimuka bumi ini. " bisikmu.

Namun ketika matahari mengambang tenang diatas kepala,
Saat ia berhasil meluluhkan diri dan menghempas melodinya untuk mengenang sang fajar,
Saat itu manusia pun tahu.
Saat cinta itu mati, kamu tidak perlu mati bersamanya.


5 comments:

  1. Puisi yang bagus sekali^^ btw, salam kenal ya..

    www.sistersdyne.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih yaa :)) Salam kenal kak Dine dan kak Aisah.
      Thank you juga udah mau mampir dan follow back! :)

      Delete
  2. hai slaam kenal ya aku Vania, bagus tulisan nya :)
    nice post. follow for follow back ?

    vania clarissa
    vaniaclarissa.blogpsot.co.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal, kak Vania. Aku Debby!
      I've followed your blog, mind to follow back? :)

      Delete

CopyRight © | Theme Designed By Hello Manhattan