Slider

Kita, Senja dan Hujan

Sunday, August 9, 2015

(Image source: Tumblr)

Derai hujan semakin menusuk, petirpun menyambar hingga ke utara,
Mengutarakan rinduku padamu.
Kau begitu sempurna, tapi apakah cintamu juga senada bagiku?
Benakku selalu terisi olehmu, tak pernah sekalipun kau terhapusnya.
Kita begitu dekat, namun mengapa terasa semakin jauh?

Ku resapi senja ini sampai dalam,
Membuatku tetap bertahan,
Meski harus mencampurnya dengan hitam.



Kita tidak dapat menghindarinya,
Namun kita dapat saling menatap,
Lebih dalam,
Dan terus mendalam.

Rona rinduku semakin menghitam,
Hati memaksa bertahan.
Apa sebaiknya ku lepaskan saja?
Meski dapat menjadi kacau?

Riuh bunyi bisikkanmu semakin terdengar,
Aku tidak dapat berkata.
Aku hanya membisu, dan mengerasa rasa.
Memendam dahaga cinta, yang terus mengalir.
Damai tidak dapat berbuat,
kita hanya terus meresapi untaian yang ada,
Cinta yang tumbuh diatas hitam.
Berai itu terus mendesakku,
Namunku terus mendekapkan diparuh waktu.

Hanya ini yang dapat ku persembahkan,
Rindu yang mendalam,
Dikala Senja kalah didalam pemberontakkan,
Menghapus hitam pasangan hujan.


No comments:

Post a Comment

CopyRight © | Theme Designed By Hello Manhattan