Slider

Kamu, Aku, dan Sang Hujan

Thursday, July 9, 2015

(Image source: Tumblr)

Kamu dan aku berdiri tegak didalam senja.
Sunyi, dan hanya meresap udara sampai dingin.

Ada apa denganmu?
Melepas untaian - untaian itu, dengan tajam, menusukku hingga lubuk terdalam.
Aku hanya terdiam, berbisik dalam hati dan berharap.
Akankah kau terus mencintaiku?
Walau derai petir terus menghantam,
hujan menusuk hingga perih,
hingga hati hanya dapat menerima.



Jurangpun terus berjalan, semakin dekat, semakin luas.
Kita hanya membisu.

Akankah kau mendekapku lebih erat?
Jika kau mendekapku, dekaplah lebih erat.

Apakah aku harus terus berlari, menghiraukan hujan,
lalu menepi ke arah sang fajar terbenam,
dimana rasa ini berani berteriak?

Lepaskan.
Lepaskan segala kesunyian, dan berpedih diri.
Kita terlalu beda dalam segala hal,
Namun dalam cinta,
Hati memaksa bersama,
Walau gemuruh hujan masih menderu, disaat fajar sudah mati.




No comments:

Post a Comment

CopyRight © | Theme Designed By Hello Manhattan